Waktu bergerak konstan: tidak cepat, tidak pula lambat. Konstan: satu hari tetaplah 24 jam, satu jam tetaplah enam puluh menit, dan satu menit tetaplah enam puluh detik. Ia sangat konsisten. Dari penciptaan alam semesta hingga berakhirnya peradaban, waktu akan tetap berada pada tempo yang sudah digariskan. Ia tidak bosan, tidak pula mengeluh.
Waktu memiliki beribu misteri. Berabad lamanya manusia mencoba memahami waktu. Manusia mempelajarinya dari aspek fisis hingga aspek mitologi dan filosofi. Bahkan pemahaman waktu coba diliat dari aspek reliji. Semakin dalam manusia menyelami dimensi waktu, semakin mabuk manusia dibuainya.
Waktu adalah suatu aspek mortal yang senantiasa menaungi manusia. Ia bak satu setel pakaian yang tak pernah bisa ditanggalkan. Ia akan terus berada di sana sepanjang hayat. Manusia lari dari masalah. Manusia lari dari kenyataan. Namun waktu akan tetap bersamanya: sungguh tak dapat manusia lari dari waktu.
Tuesday, February 26, 2008
Monday, February 25, 2008
Simpati untuk Eduardo Da Silva...
Sebenernya saya sudah baca berita ttg tackle maut Martin Taylor ke Eduardo Da Silva pas sabtu malem di Detik.. Dari pas baca saja saya sudah rada-rada ngeri, inget ama tackle seorang pemaen Hong Kong ke Boaz Salossa.. Tapi br sempet liat video-nya beberapa saat yg lalu.. Kengerian saya terbukti dengan liat video tackle tersebut (WARNING! THIS MAY BE A VERY DISTURBING VIDEO!) di YouTube yg saya dpt dr blog agung wahyudi..
Setelah nonton video itu, kengerian saya bertambah dengan rasa kesal yang teramat sangat kepada Martin Taylor.. Dia melakukan sebuah tackle yang mungkin saja akan mengakhiri karir pemain lain.. Sejujurnya saya merinding saat menonton video tackle tersebut. Saya membayangkan karir Eduardio ke depannya.. Bukan saja hampir pasti tidak akan bermain di Euro 2008 bagi Kroasia, tapi apakah Eduardo dapat terus bermain sepak bola?
Saya berharap FA dapat memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan Taylor kepada Eduardo.. Terlebih dari itu, saya berharap Eduardo dapat kembali merumput..

Setelah nonton video itu, kengerian saya bertambah dengan rasa kesal yang teramat sangat kepada Martin Taylor.. Dia melakukan sebuah tackle yang mungkin saja akan mengakhiri karir pemain lain.. Sejujurnya saya merinding saat menonton video tackle tersebut. Saya membayangkan karir Eduardio ke depannya.. Bukan saja hampir pasti tidak akan bermain di Euro 2008 bagi Kroasia, tapi apakah Eduardo dapat terus bermain sepak bola?
Saya berharap FA dapat memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan Taylor kepada Eduardo.. Terlebih dari itu, saya berharap Eduardo dapat kembali merumput..

Labels:
corat coret,
knowledge,
sepakbola,
sports,
youtube
Sunday, February 24, 2008
I Am Raiders of the Lost Ark
What Classic Movie Are You?Oh, Marcus! What are you trying to do? Scare me? You sound like my mother! We've known each other for a long time, you know I don't believe in magic, a lot of superstitious hocus-pocus. I'm going after a find of incredible historical significance - you're talking about the boogie-man. [Mumbling as he tosses his gun into his suitcase] Besides, you know what a cautious fellow I am.
(Indiana Jones in Raiders of the Lost Ark. Steven Spielberg. 1981)
Haha.. Hasil iseng ikutan what-so-called-tes-kepribadian di blog-nya mas budi..
Labels:
corat coret,
movies,
pengalaman
Saturday, February 23, 2008
memoar perfilman
Entah sejak kapan saya menjadi penyuka film.. Seinget saya, film yang pertama kali saya tonton di bioskop tuh apa ya..
Tunggu, saya bingung apakah itu The Nightmare Before Christmas, atau Jurassic Park, atau Desperado, atau Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, atau bahkan Double Dragon.. Barusan aja ngecek di primbon perfilman, ternyata dr kelima film itu, yg paling duluan rilis adalah The Nightmare Before Christmas dan Jurassic Park [1993]. Yang dua berikutnya rilis tahun 1995 dan yang terakhir rilis tahun 1994.
Okay, let me rebuild the memory first.. Yep! Got it.. Jadi sepertinya Jurassic Park-lah yang paling pertama saya tonton.. Waktu itu nontonnya di bioskop 21 pertama di Bekasi, namanya Pratama 21 (masih ada ga ya 21 di sana?). Ketika itu, saya nonton bersama Mbak Tia dan Mbak Melly (kakak sepupu).
Semenjak itu, saya merasa jatuh cinta dengan nonton film. Suatu kebiasaan yang masih sering saya lakukan sampai sekarang sepertinya dimulai ketika saya masih duduk di bangku SD atau SMP: nonton sendiri ke bioskop! Satu dari tiga kali saya nonton di bioskop saya lakukan sendiri, selebihnya baru sambil mengajak teman.Seingat saya, The Nightmare Before Christmas dan Desperado pun saya nontonnya sendiri di Bioskop Rama. Sayang sekali, salah satu bangunan bersejarah dalam hidup saya itu kini telah hiatus (pinjem kata hiatus dr chane..) selama beberapa tahun terakhir.. mudah2an ada orang yg berkelebihan uang buat merevitalisasi Kompleks Niaga Rama Bekasi..
Pengalaman menonton film di bioskop bertambah ketika Metropolitan Mall 21 rampung dibangun..
Tapi, sebenernya yg bener2 bikin saya bener-bener keranjingan film adalah ketika ayah saya membeli sebuah Laser Disc Player.. Beberapa tahun sebelum itu sebenernya kami pernah punya VHS Video Player, tp karena rusak dan tak kunjung diperbaiki jadi tidak diberdayakan..
Laser Disc Player merek Pioneer dan TV Panasonic lah yang akhirnya menjadi menjadi guru otodidak saya dalam mengenal begitu banyak film. Leon: The Professional (pertama kali tau ada aktor yg namanya sama dgn saya: Jean Reno; dan film debutnya si-luar-biasa-cantik-tp -sayang-yahudi Natalie Portman) dan Heat (pertama kali Al Pacino dan Robert De Niro beradu akting; film kedua Natalie Portman) adalah dua film yang paling saya ingat dr pengalaman nonton film di LD.
Taun kedua di Bandung, masuk LFM ITB, saya memilih bidang Kine Klub dan Pertunjukkan. Terutama pengalaman di Kine Klub, seperti ketemu senior2 di Kine seperti Heidy-Anjar-Anky, yang membuat saya masuk ke dalam tahap selanjutnya dalam menonton sebuah film.
Di LFM, saya mulai belajar menonton film-film yang tidak berada di jalur umum (baca: mainstream) Beberapa film yang paling saya ingat pertama kali ditonton di LFM di antaranya: Shine, Akira Kurosawa's Dreams, Modern Times, Memento, dan tentunya Stanley Kubrick's 2001: A Space Odyssey..
Kesukaan saya menonton film tidak pernah berhenti.. Semakin bnyk saya melakukan eksplorasi, semakin banyak film yang ingin saya tonton. Belakangan, saya agak-agak demam film-film klasik. Saya mulai mencari2 film2 taun 30an, 40an, 50an, 60an, dan 70an.. So far, masih blm bnyk koleksi film klasik.
Yah, seperti itulah.. Semua dimulai dengan nonton Jurassic Park di Pratama 21.. Selanjutnya waktu dan perjalanan hidup yang terus menambah pengalaman ini..
Tunggu, saya bingung apakah itu The Nightmare Before Christmas, atau Jurassic Park, atau Desperado, atau Mighty Morphin Power Rangers: The Movie, atau bahkan Double Dragon.. Barusan aja ngecek di primbon perfilman, ternyata dr kelima film itu, yg paling duluan rilis adalah The Nightmare Before Christmas dan Jurassic Park [1993]. Yang dua berikutnya rilis tahun 1995 dan yang terakhir rilis tahun 1994.
Okay, let me rebuild the memory first.. Yep! Got it.. Jadi sepertinya Jurassic Park-lah yang paling pertama saya tonton.. Waktu itu nontonnya di bioskop 21 pertama di Bekasi, namanya Pratama 21 (masih ada ga ya 21 di sana?). Ketika itu, saya nonton bersama Mbak Tia dan Mbak Melly (kakak sepupu).
Semenjak itu, saya merasa jatuh cinta dengan nonton film. Suatu kebiasaan yang masih sering saya lakukan sampai sekarang sepertinya dimulai ketika saya masih duduk di bangku SD atau SMP: nonton sendiri ke bioskop! Satu dari tiga kali saya nonton di bioskop saya lakukan sendiri, selebihnya baru sambil mengajak teman.Seingat saya, The Nightmare Before Christmas dan Desperado pun saya nontonnya sendiri di Bioskop Rama. Sayang sekali, salah satu bangunan bersejarah dalam hidup saya itu kini telah hiatus (pinjem kata hiatus dr chane..) selama beberapa tahun terakhir.. mudah2an ada orang yg berkelebihan uang buat merevitalisasi Kompleks Niaga Rama Bekasi..
Pengalaman menonton film di bioskop bertambah ketika Metropolitan Mall 21 rampung dibangun..
Tapi, sebenernya yg bener2 bikin saya bener-bener keranjingan film adalah ketika ayah saya membeli sebuah Laser Disc Player.. Beberapa tahun sebelum itu sebenernya kami pernah punya VHS Video Player, tp karena rusak dan tak kunjung diperbaiki jadi tidak diberdayakan..
Laser Disc Player merek Pioneer dan TV Panasonic lah yang akhirnya menjadi menjadi guru otodidak saya dalam mengenal begitu banyak film. Leon: The Professional (pertama kali tau ada aktor yg namanya sama dgn saya: Jean Reno; dan film debutnya si-luar-biasa-cantik-tp -sayang-yahudi Natalie Portman) dan Heat (pertama kali Al Pacino dan Robert De Niro beradu akting; film kedua Natalie Portman) adalah dua film yang paling saya ingat dr pengalaman nonton film di LD.
Taun kedua di Bandung, masuk LFM ITB, saya memilih bidang Kine Klub dan Pertunjukkan. Terutama pengalaman di Kine Klub, seperti ketemu senior2 di Kine seperti Heidy-Anjar-Anky, yang membuat saya masuk ke dalam tahap selanjutnya dalam menonton sebuah film.
Di LFM, saya mulai belajar menonton film-film yang tidak berada di jalur umum (baca: mainstream) Beberapa film yang paling saya ingat pertama kali ditonton di LFM di antaranya: Shine, Akira Kurosawa's Dreams, Modern Times, Memento, dan tentunya Stanley Kubrick's 2001: A Space Odyssey..
Kesukaan saya menonton film tidak pernah berhenti.. Semakin bnyk saya melakukan eksplorasi, semakin banyak film yang ingin saya tonton. Belakangan, saya agak-agak demam film-film klasik. Saya mulai mencari2 film2 taun 30an, 40an, 50an, 60an, dan 70an.. So far, masih blm bnyk koleksi film klasik.
Yah, seperti itulah.. Semua dimulai dengan nonton Jurassic Park di Pratama 21.. Selanjutnya waktu dan perjalanan hidup yang terus menambah pengalaman ini..
Labels:
al pacino,
corat coret,
knowledge,
kubrick,
legends,
movies,
robert de niro
Friday, February 22, 2008
inkonsistensi..
Terjadi inkonsistensi pemilihan kata ganti orang pertama dalam kumpulan blog ini.
Suatu ketika penulis menggunakan kata 'Gua', namun di lain waktu penulis memilih menggunakan kata 'Saya'.
Para pembaca harap memaklumi hal ini karena penulis adalah orang yang masih belajar menulis dan masih labil dalam meletakkan posisi dalam hidup ini.
Halah!!!
Suatu ketika penulis menggunakan kata 'Gua', namun di lain waktu penulis memilih menggunakan kata 'Saya'.
Para pembaca harap memaklumi hal ini karena penulis adalah orang yang masih belajar menulis dan masih labil dalam meletakkan posisi dalam hidup ini.
Halah!!!
Lupa.. Kurang perhatian, tidak butuh, penyakit, atau tidak peduli?
td asalnya pengen nulis..
trus ditinggal browsing2..
tiba2 mau nulis apa...
Bicara tentang lupa, berapa kalian kejadian kepada kita semua berpapasan dengan orang tapi kita lupa nama orang tersebut?
Seorang senior di PL ITB, Ipung, bilang "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut"..
Barusan, di Cabe Rawit Ciumbuleuit--sambil membahas ngalor-ngidul tentang kehidupan bersama DeniNardi, Mandra, dan Abon--Deni bilang kalo pernyataan Ipung itu harus dilengkapi.. Bahwa "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut dan juga karena dia tidak butuh akan hal tersebut"..
Pernah saya baca satu artikel di National Geographic, edisi Desember 2007 kalo ga salah.. di artikel itu diceritakan ada seseorang berusia sangat tua yang dapat mengingat setiap detil dalam kehidupannya.. Dari baju apa yang dia kenakan ketika pertama kali masuk kerja, sampai kejadian membeli buah di pasar, yang mungkin terlalu remeh bagi kita untuk mengingatnya.. Si orang ini tidak pernah benar-benar berusaha untuk semua detil kehidupannya, he just remember it..
Di belahan dunia lain, masih di artikel yang sama, juga ada seseorang lain yang secara gradual mengalami kemunduran dalam mengingat hal-hal yang telah terjadi dalam kehidupannya.. diperkirakan dia akan segera mengalami kelupaan akan sebagian besar kejadian dalam hidupnya..
Beberapa film menampilkan tokoh di dalamnya memiliki kelainan dalam masalah ingatan. Tokoh Leonard Shelby di film Memento contohnya. Lenny, panggilan Leonard, mengalami suatu kelainan yang disebut 'short-term memory lost'. Diakibatkan suatu kecelakaan, Lenny mengalami cedera pada otaknya. Lenny tidak lagi dapat membuat ingatan baru. Dia lupa seluruh kejadian yang terjadi pasca cedera otaknya. Namun, Lenny mampu mengingat dengan baik seluruh kejadian dalam hidupnya sampai kecelakaan itu terjadi. 'Short-term memory lost' yang serupa juga dialami tokoh Lucy Whitmore di film 50 First Dates dan Dory di film Finding Nemo.
Terlepas dari beberapa pendapat dan kasus mengenai kelupaan, saya punya penjelasan sendiri mengenai kelupaan..
Pernah, saya mendapatkan simulasi mengenai ingatan dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar kita.. Kami telah bersama-sama dalam lokasi pelatihan selama kurang lebih 3 hari 3 malam. Acara penutup di malam ketiga adalah simulasi mengenai ingatan ini..
Simulasi tersebut pada akhirnya akan menguji ingatan serta perhatian kami terhadap sesama peserta pelatihan dengan cara mengingat nama-nama dari seluruh anggota pelatihan yang berjumlah 66. Seluruh peserta dibariskan membentuk lingkaran besar.. satu persatu, peserta diharuskan mengelilingi 65 peserta lain dan menyebutkan nama peserta yang ada di depannya.. Berarti setiap orang harus bisa mengingat dan menyebutkan 65 peserta lainnya..
Tiba giliran saya.. satu persatu, peserta pelatihan saya lewati secara lancar dengan nama mereka sebagai kata kunci untuk terus maju.. Telah lebih dari 15 peserta saya lewati, hingga tiba giliran saya berhadapan dengan satu peserta ini.. tertegun sejenak, sambil berusaha memutar kembali potongan-potongan kejadian yang kami lakukan bersama selama tiga hari terakhir di pelatihan.. saya ingat pernah berkenalan dengan dia di hari pertama.. memang ternyata setelah diingat-ingat saya tidak banyak berinteraksi dengannya.. Sial! saya memang lupa nama dia..
Dipenuhi rasa bersalah bahwa saya tidak dapat mengingat namanya, saya terdiam di hadapannya. Akhirnya orang ini diperintahkan memberitahukan namanya kepada saya oleh pendamping kelompok.. "Rizky.." katanya.
Rizky, nama yang sangat sederhana, mudah diingat.. tapi saya gagal mengingatnya.. Setiap kali seorang peserta gagal mengingat nama peserta lainnya, ada kalimat yang harus diucapkan.. Maka saya ucapkanlah kalimat itu: "Rizky! Saya tidak peduli padamu!!!"
'Kalimat ketidakpedulian' itu terpaksa harus berulang kali saya ucapkan kepada hampir sepuluh peserta pelatihan lainnya.
"Dewi! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Dimas! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Rini! Saya tidak peduli padamu!!!", dst, dst.
Seperti ditampar, saya harus mengakui bahwa saya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar. Orang-orang tersebut tiga hari terakhir telah menjadi teman-teman baru saya tapi saya tidak peduli dengan mereka..
Jadi, penjelasan mana yang paling memuaskan mengenai perihal kelupaan ini? Bagi saya, tidak ada penjelasan yang paling benar. Semua penjelasan saling melengkapi dan mungkin masih belum cukup lengkap dan membutuhkan penjelasan lainnya..
Barusan saya nulis apa aja ya???
Duh! Lupa!!!
trus ditinggal browsing2..
tiba2 mau nulis apa...
Bicara tentang lupa, berapa kalian kejadian kepada kita semua berpapasan dengan orang tapi kita lupa nama orang tersebut?
Seorang senior di PL ITB, Ipung, bilang "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut"..
Barusan, di Cabe Rawit Ciumbuleuit--sambil membahas ngalor-ngidul tentang kehidupan bersama DeniNardi, Mandra, dan Abon--Deni bilang kalo pernyataan Ipung itu harus dilengkapi.. Bahwa "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut dan juga karena dia tidak butuh akan hal tersebut"..
Pernah saya baca satu artikel di National Geographic, edisi Desember 2007 kalo ga salah.. di artikel itu diceritakan ada seseorang berusia sangat tua yang dapat mengingat setiap detil dalam kehidupannya.. Dari baju apa yang dia kenakan ketika pertama kali masuk kerja, sampai kejadian membeli buah di pasar, yang mungkin terlalu remeh bagi kita untuk mengingatnya.. Si orang ini tidak pernah benar-benar berusaha untuk semua detil kehidupannya, he just remember it..
Di belahan dunia lain, masih di artikel yang sama, juga ada seseorang lain yang secara gradual mengalami kemunduran dalam mengingat hal-hal yang telah terjadi dalam kehidupannya.. diperkirakan dia akan segera mengalami kelupaan akan sebagian besar kejadian dalam hidupnya..
Beberapa film menampilkan tokoh di dalamnya memiliki kelainan dalam masalah ingatan. Tokoh Leonard Shelby di film Memento contohnya. Lenny, panggilan Leonard, mengalami suatu kelainan yang disebut 'short-term memory lost'. Diakibatkan suatu kecelakaan, Lenny mengalami cedera pada otaknya. Lenny tidak lagi dapat membuat ingatan baru. Dia lupa seluruh kejadian yang terjadi pasca cedera otaknya. Namun, Lenny mampu mengingat dengan baik seluruh kejadian dalam hidupnya sampai kecelakaan itu terjadi. 'Short-term memory lost' yang serupa juga dialami tokoh Lucy Whitmore di film 50 First Dates dan Dory di film Finding Nemo.
Terlepas dari beberapa pendapat dan kasus mengenai kelupaan, saya punya penjelasan sendiri mengenai kelupaan..
Pernah, saya mendapatkan simulasi mengenai ingatan dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar kita.. Kami telah bersama-sama dalam lokasi pelatihan selama kurang lebih 3 hari 3 malam. Acara penutup di malam ketiga adalah simulasi mengenai ingatan ini..
Simulasi tersebut pada akhirnya akan menguji ingatan serta perhatian kami terhadap sesama peserta pelatihan dengan cara mengingat nama-nama dari seluruh anggota pelatihan yang berjumlah 66. Seluruh peserta dibariskan membentuk lingkaran besar.. satu persatu, peserta diharuskan mengelilingi 65 peserta lain dan menyebutkan nama peserta yang ada di depannya.. Berarti setiap orang harus bisa mengingat dan menyebutkan 65 peserta lainnya..
Tiba giliran saya.. satu persatu, peserta pelatihan saya lewati secara lancar dengan nama mereka sebagai kata kunci untuk terus maju.. Telah lebih dari 15 peserta saya lewati, hingga tiba giliran saya berhadapan dengan satu peserta ini.. tertegun sejenak, sambil berusaha memutar kembali potongan-potongan kejadian yang kami lakukan bersama selama tiga hari terakhir di pelatihan.. saya ingat pernah berkenalan dengan dia di hari pertama.. memang ternyata setelah diingat-ingat saya tidak banyak berinteraksi dengannya.. Sial! saya memang lupa nama dia..
Dipenuhi rasa bersalah bahwa saya tidak dapat mengingat namanya, saya terdiam di hadapannya. Akhirnya orang ini diperintahkan memberitahukan namanya kepada saya oleh pendamping kelompok.. "Rizky.." katanya.
Rizky, nama yang sangat sederhana, mudah diingat.. tapi saya gagal mengingatnya.. Setiap kali seorang peserta gagal mengingat nama peserta lainnya, ada kalimat yang harus diucapkan.. Maka saya ucapkanlah kalimat itu: "Rizky! Saya tidak peduli padamu!!!"
'Kalimat ketidakpedulian' itu terpaksa harus berulang kali saya ucapkan kepada hampir sepuluh peserta pelatihan lainnya.
"Dewi! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Dimas! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Rini! Saya tidak peduli padamu!!!", dst, dst.
Seperti ditampar, saya harus mengakui bahwa saya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar. Orang-orang tersebut tiga hari terakhir telah menjadi teman-teman baru saya tapi saya tidak peduli dengan mereka..
Jadi, penjelasan mana yang paling memuaskan mengenai perihal kelupaan ini? Bagi saya, tidak ada penjelasan yang paling benar. Semua penjelasan saling melengkapi dan mungkin masih belum cukup lengkap dan membutuhkan penjelasan lainnya..
Barusan saya nulis apa aja ya???
Duh! Lupa!!!
Labels:
corat coret,
knowledge,
movies,
pengalaman
Wednesday, February 20, 2008
Jalan2 ke bulan atau kembali ke masa lalu??
Tahun 1968, Arthur C. Clarke menulis sebuah novel yang berjudul "2001: A Space Odyssey". Gua sih sampai saat ini belum pernah baca novel itu. Tapi, gua udah pernah nonton film dengan judul yang sama yang juga dirilis di tahun 1968.
Di film yang disutradarai ama Stanley Kubrick ini, diceritakan bahwa pada tahun 2001, 33 tahun dari cerita tersebut dibuat, manusia telah mampu melakukan perjalanan luar angkasa, termasuk menuju bulan. Hal ini sudah dapat dilakukan saat ini, meskipun baru pada misi perjalanan tertentu saja, belum bersifat massal. Beberapa hal lain yang digambarkan pada cerita itu, ternyata benar-benar terjadi tiga sampai empat dekade setelah cerita tersebut ditulis. Beberapa hal tersebut di antaranya:
Hal ini ngingetin gua ama lirik lagunya Jamiroquai: "Future's made of virtual insanity". Bahwa sesuatu yg dianggap mimpi atau mustahil di suatu masa, mungkin benar2 akan terjadi di masa depan. Mungkin di saat cerita "2001: A Space Odyssey" ini ditulis, orang hanya bisa bersikap skeptis. Namun, siapa yang mengira tiga sampai empat dekade setelah cerita itu ditulis, hal tersebut benar2 terjadi?
Nah, HG Wells menulis "The Time Machine" di taun 1895. Dalam novel itu, diceritakan bahwa manusia telah menciptakan suatu kendaraan yang dapat membawa dirinya menembus dimensi waktu, kembali ke masa lalu atau melihat apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Terkait dengan perjalanan menembus waktu, manusia sudah sejak lama mempelajari hal tersebut. Albert Einstein juga telah lama memaparkan Teori Relativitasnya, teori Wormhole yang dipaparkan oleh John Wheeler pada tahun 1957, serta yang paling mutakhir, Stephen Hawking dengan Fisika Kuantumnya.
Dimulai dari ide seorang HG Wells mengenai perjalanan menembus dimensi waktu, didukung dengan teori2 fisika yang telah dipelajari dan terus dikembangkan, akankah manusia benar2 bisa kembali ke masa lalu? atau melirik lebih jauh ke depan? kita tunggu saja..
Di film yang disutradarai ama Stanley Kubrick ini, diceritakan bahwa pada tahun 2001, 33 tahun dari cerita tersebut dibuat, manusia telah mampu melakukan perjalanan luar angkasa, termasuk menuju bulan. Hal ini sudah dapat dilakukan saat ini, meskipun baru pada misi perjalanan tertentu saja, belum bersifat massal. Beberapa hal lain yang digambarkan pada cerita itu, ternyata benar-benar terjadi tiga sampai empat dekade setelah cerita tersebut ditulis. Beberapa hal tersebut di antaranya:
- Flat-screen computer monitors
- Small, portable, flat-screen television sets
- Glass cockpit in spacecraft
- The proliferation of TV stations (the BBC's channels numbering at least 12)
- The use of credit cards with data stripes
- Biometric identification (voice-print identification on arrival at the space station)
- Electronic darkening of a normally transparent surface
- A computer that can defeat a human being at chess
- Personal in-flight entertainment displays on the backs of seats in commercial aircraft
- Voice recognition/voice controlled computing are seen today in things as simple as telephone systems and video games
Hal ini ngingetin gua ama lirik lagunya Jamiroquai: "Future's made of virtual insanity". Bahwa sesuatu yg dianggap mimpi atau mustahil di suatu masa, mungkin benar2 akan terjadi di masa depan. Mungkin di saat cerita "2001: A Space Odyssey" ini ditulis, orang hanya bisa bersikap skeptis. Namun, siapa yang mengira tiga sampai empat dekade setelah cerita itu ditulis, hal tersebut benar2 terjadi?
Nah, HG Wells menulis "The Time Machine" di taun 1895. Dalam novel itu, diceritakan bahwa manusia telah menciptakan suatu kendaraan yang dapat membawa dirinya menembus dimensi waktu, kembali ke masa lalu atau melihat apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Terkait dengan perjalanan menembus waktu, manusia sudah sejak lama mempelajari hal tersebut. Albert Einstein juga telah lama memaparkan Teori Relativitasnya, teori Wormhole yang dipaparkan oleh John Wheeler pada tahun 1957, serta yang paling mutakhir, Stephen Hawking dengan Fisika Kuantumnya.
Dimulai dari ide seorang HG Wells mengenai perjalanan menembus dimensi waktu, didukung dengan teori2 fisika yang telah dipelajari dan terus dikembangkan, akankah manusia benar2 bisa kembali ke masa lalu? atau melirik lebih jauh ke depan? kita tunggu saja..
Subscribe to:
Posts (Atom)