Friday, February 22, 2008

Lupa.. Kurang perhatian, tidak butuh, penyakit, atau tidak peduli?

td asalnya pengen nulis..


trus ditinggal browsing2..


tiba2 mau nulis apa...

Bicara tentang lupa, berapa kalian kejadian kepada kita semua berpapasan dengan orang tapi kita lupa nama orang tersebut?

Seorang senior di PL ITB, Ipung, bilang "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut"..

Barusan, di Cabe Rawit Ciumbuleuit--sambil membahas ngalor-ngidul tentang kehidupan bersama DeniNardi, Mandra, dan Abon--Deni bilang kalo pernyataan Ipung itu harus dilengkapi.. Bahwa "orang lupa akan sesuatu hal karena dia tidak perhatian terhadap hal tersebut dan juga karena dia tidak butuh akan hal tersebut"..

Pernah saya baca satu artikel di National Geographic, edisi Desember 2007 kalo ga salah.. di artikel itu diceritakan ada seseorang berusia sangat tua yang dapat mengingat setiap detil dalam kehidupannya.. Dari baju apa yang dia kenakan ketika pertama kali masuk kerja, sampai kejadian membeli buah di pasar, yang mungkin terlalu remeh bagi kita untuk mengingatnya.. Si orang ini tidak pernah benar-benar berusaha untuk semua detil kehidupannya, he just remember it..

Di belahan dunia lain, masih di artikel yang sama, juga ada seseorang lain yang secara gradual mengalami kemunduran dalam mengingat hal-hal yang telah terjadi dalam kehidupannya.. diperkirakan dia akan segera mengalami kelupaan akan sebagian besar kejadian dalam hidupnya..

Beberapa film menampilkan tokoh di dalamnya memiliki kelainan dalam masalah ingatan. Tokoh Leonard Shelby di film Memento contohnya. Lenny, panggilan Leonard, mengalami suatu kelainan yang disebut 'short-term memory lost'. Diakibatkan suatu kecelakaan, Lenny mengalami cedera pada otaknya. Lenny tidak lagi dapat membuat ingatan baru. Dia lupa seluruh kejadian yang terjadi pasca cedera otaknya. Namun, Lenny mampu mengingat dengan baik seluruh kejadian dalam hidupnya sampai kecelakaan itu terjadi. 'Short-term memory lost' yang serupa juga dialami tokoh Lucy Whitmore di film 50 First Dates dan Dory di film Finding Nemo.

Terlepas dari beberapa pendapat dan kasus mengenai kelupaan, saya punya penjelasan sendiri mengenai kelupaan..

Pernah, saya mendapatkan simulasi mengenai ingatan dan perhatian terhadap orang-orang di sekitar kita.. Kami telah bersama-sama dalam lokasi pelatihan selama kurang lebih 3 hari 3 malam. Acara penutup di malam ketiga adalah simulasi mengenai ingatan ini..

Simulasi tersebut pada akhirnya akan menguji ingatan serta perhatian kami terhadap sesama peserta pelatihan dengan cara mengingat nama-nama dari seluruh anggota pelatihan yang berjumlah 66. Seluruh peserta dibariskan membentuk lingkaran besar.. satu persatu, peserta diharuskan mengelilingi 65 peserta lain dan menyebutkan nama peserta yang ada di depannya.. Berarti setiap orang harus bisa mengingat dan menyebutkan 65 peserta lainnya..

Tiba giliran saya.. satu persatu, peserta pelatihan saya lewati secara lancar dengan nama mereka sebagai kata kunci untuk terus maju.. Telah lebih dari 15 peserta saya lewati, hingga tiba giliran saya berhadapan dengan satu peserta ini.. tertegun sejenak, sambil berusaha memutar kembali potongan-potongan kejadian yang kami lakukan bersama selama tiga hari terakhir di pelatihan.. saya ingat pernah berkenalan dengan dia di hari pertama.. memang ternyata setelah diingat-ingat saya tidak banyak berinteraksi dengannya.. Sial! saya memang lupa nama dia..

Dipenuhi rasa bersalah bahwa saya tidak dapat mengingat namanya, saya terdiam di hadapannya. Akhirnya orang ini diperintahkan memberitahukan namanya kepada saya oleh pendamping kelompok.. "Rizky.." katanya.

Rizky, nama yang sangat sederhana, mudah diingat.. tapi saya gagal mengingatnya.. Setiap kali seorang peserta gagal mengingat nama peserta lainnya, ada kalimat yang harus diucapkan.. Maka saya ucapkanlah kalimat itu: "Rizky! Saya tidak peduli padamu!!!"

'Kalimat ketidakpedulian' itu terpaksa harus berulang kali saya ucapkan kepada hampir sepuluh peserta pelatihan lainnya.

"Dewi! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Dimas! Saya tidak peduli padamu!!!"
"Rini! Saya tidak peduli padamu!!!", dst, dst.

Seperti ditampar, saya harus mengakui bahwa saya tidak peduli dengan orang-orang di sekitar. Orang-orang tersebut tiga hari terakhir telah menjadi teman-teman baru saya tapi saya tidak peduli dengan mereka..

Jadi, penjelasan mana yang paling memuaskan mengenai perihal kelupaan ini? Bagi saya, tidak ada penjelasan yang paling benar. Semua penjelasan saling melengkapi dan mungkin masih belum cukup lengkap dan membutuhkan penjelasan lainnya..

Barusan saya nulis apa aja ya???

Duh! Lupa!!!

0 comments: